MAPALA SHERPA GEODESI UNDIP

Biro Mahasiswa Pecinta Alam Teknik Geodesi FT Undip

PENGENALAN ALAM CALON ANGGOTA

Pengenalan Alam di Gunung Ungaran sebagai sarana untuk memperkenalkan dengan dunia kepecintaalaman terutama pendakian.

MAPALA SHERPA GEODESI UNDIP

Biro Mahasiswa Pecinta Alam Teknik Geodesi FT Undip

EKSPEDISI DATUM GENUK 1870

Ekspedisi yang bertujuan untuk mencari kembali Datum atau titik referensi geodetik di Gunung Genuk, Jepara.

Tampilkan postingan dengan label bidang 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bidang 4. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2016

Hari Bumi 2016


Sebagai wadah keberlangsungan hidup bagi seluruh organisme, Bumi, sudah selayaknya kita jaga dan kita rawat bersama-sama.

Peran manusia dalam kelestarian lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar.

Maka dari itu, mari kita jaga bumi kita yang makin menua, saling bahu membahu ikut merawat Bumi tempat tinggal kita, dan bisa dimulai dengan cara-cara sederhana semisal mengurangi polusi udara dengan memakai kendaraan umum, mengurangi pemakaian plastik, mengefisienkan pemakaian listrik, menghemat pemakaian air dsb.

Karena menjaga Bumi sama artinya dengan menjaga keseimbangan hidup dan keselarasan alam seisinya. (sbm)

SELAMAT HARI BUMI.
SELAMATKAN BUMI.

SHERPA!!
SOLID! SOLID! SOLID!

Sabtu, 24 November 2012

Dampak Positif Dan Negatif Pendakian Massal



Pada era sekarang ini kegiatan mendaki gunung sudah sangat tenar di masyarakat. Hal ini terbukti dengan jumlah pendaki gunung yang terus meningkat setiap waktu. Para pendaki gunung juga terdiri dari bermacam macam kalangan, mulai dari mahasiswa, siswa SMA & SMP sampai organisasi karang taruna dan masih banyak lagi. Latar belakang itulah yang mendasari awal mulanya diadakan pendakian massal. Pendakian massal pada awalnya di dasari oleh keinginan mendaki bersama sama dengan para pendaki lain agar kita saling mengenal.

Tapi seiring perkembangan jaman banyak tujuan lain yang tidak seharusnya melekat pada pendakian massal. Pada era sekarang ini sangat banyak organisasi yang mengadakan pendakian massal dengan berbagai macam kepentingan. Pendakian massal dijadikan alat promosi produk outdoor agar bisa memperoleh lebih banyak peminat. Hal itu sebenarnya sah sah saja asal tidak melupakan tujuan utama dari pendakian massal. Di sisi lain bahkan ada yang mengadakan pendakian massal dengan tujuan utama mengeruk keuntungan berupa materi. Hal itu wajar saja karena memang kegiatan mendaki gunung pada era sekarang telah menjadi industri yang menguntungkan bagi pihak pihak tertentu.

Beberapa tahun silam saya pernah belajar pada seorang senior yang saya segani. Menurut saya dia lah pendaki gunung terhebat yang pernah terlahir di kota ini (Demak). Dia menggerakkan seluruh pecinta alam di kota ini dengan mengadakan pendakian massal. Peminatnya sangat banyak dan diadakan dengan rutin setiap beberapa bulan sekali. Pendakian massal yang diadakan hanya semata mata bertujuan untuk mempertemukan semua pendaki gunung di kota ini tanpa memperoleh keuntungan berupa materi apapun.

Beberapa tahun kemudian setelah saya terjun dalam lingkungan MAPALA. Di lingkungan ini banyak MAPALA yang mengadakan pendakian massal. Beberapa persamaan yang menjadi acuan dasar setiap MAPALA dalam menyelenggarakan Penmas adalah “Keuntungan materi menjadi tujuan yang paling tidak terfikirkan dalam pelaksanaanya”. Terlepas dari banyak tujuan yang mendasari pelaksanaan penmas, kegiatan ini tentu saja meninggalkan dampak positif dan negatif.

Mendaki gunung dengan jumlah personil yang sangat banyak dapat merusak jalur pendakian. Jalur pendakian adalah sesuatu yang dinamis. Saat beberapa orang mendaki melewati sebuah jalur pendakian tentu saja akan meninggalkan jejak. Jejak itu akan terhapus oleh hujan dan binatang binatang sehingga saat team lain kembali melewati jalur yang sama ke alamianya masih terjaga. Selain itu saat mendaki gunung tak jarang para pendaki gunung melakukan kontak dengan tumbuhan. Kadang ada tumbuhan yang di potong karena menghalangi jalan, ada juga tumbuhan yang mati karena terinjak injak atau di jadikan pegangan tangan oleh pendaki. Tapi semua itu akan kembali setelah beberapa hari karena jalur pendakian itu dinamis. Tumbuhan yang mati akan tumbuh lagi dan mulai menghiasi jalur pendakian. Tapi saat kita mendaki dengan jumlah personil yang sangat banyak tentu saja menimbulkan dampak yang lebih besar sehingga waktu pemulihanya juga lebih lama.

Saat mendaki gunung para pendaki biasanya di ajarkan untuk membawa pulang semua sampah yang berbentuk plastik. Okelah anggap saja dalam pendakian massal semua sampah plastik di bawa turun walau tidak demikian pada kenyataanya. Tapi mereka tidak akan membawa turun kotoran mereka sendiri. Jika jumlah kotoran manusia sedikit maka dengan cepat akan pulih. Selain itu juga tidak menimbulkan aroma yang terlalu menyengat. Bagimana jika jumlahnya banyak, saya rasa akan tampak seperti Penampungan kotoran manusia dalam volume besar.

Dampak positif yang paling nyata dalam pendakian massal adalah para pendaki bisa saling mengenal dengan pendaki gunung dari daerah lain. Hal ini membuat kita bisa mengenal lebih banyak orang dan mendapatkan teman teman baru. Penmas juga menjadi semacam fasilitas bagi para pendaki yang ingin mendaki gunung tapi tidak mempunyai teman mendaki dan tidak paham jalur pendakian yang akan dilewatinya.

Selain itu pendakian massal juga dapat menjadi pilihan yang tepat bagi orang orang yang masih awam dalam pendakian gunung. Mereka hanya tinggal mengikuti intruksi dari panitia penmas agar bisa sampai di puncak. Umumnya penmas telah memperhitungkan kemungkinan terburuk pada kegiatan ini sehingga mereka mempunyai kesiapan lebih dalam pelaksanaanya seperti persiapan Peralatan Cadangan, Tim Medis, P3K dll. Dengan adanya penmas setidaknya dapat menambah jumlah pendaki gunung.

Penmas juga memberikan keuntungan bagi warga di sekitar basecamp jalur pendakian. Dengan banyaknya jumlah pengunjung maka penghasilan warga di sekitar basecamp akan meningkat. Penmas memberikan keuntungan bagi para pedagang makanan dan souvenir, penyedia jasa transportasi, penyedia jasa penginapan dll. Penmas juga memberikan keuntungan bagi pihak sponsor (jika ada). Penmas akan membuat nama produk mereka lebih terkenal sehingga menambah jumlah peminatnya.

Bagaimanapun juga pendakian massal akan menimbulkan dampak positif dan negatif. Kita dapat mengambil dampak positifnya dan mencari solusi untuk dampak negatifnya. Pro kontra dalam pelaksanaan penmas pasti selalu ada. Tapi satu hal yang perlu di ingat adalah mendaki gunung dengan cara apapun kita tetaplah sama, seorang pendaki gunung dengan tujuan yang sama.

SALAM LESTARI

        

Jumat, 22 Juni 2012

5 Gunung pulau jawa dengan Sabana Terindah



Salah satu daya tarik untuk mendaki gunung adalah adanya pemandangan yang indah di atas sana. Pemandangan tersebut dapat berasal dari sebuah Danau, sebuah puncak, Hutan Belantara, Hutan Lumut, Sungai, Sabana dll. Pada tulisan kali ini saya akan mencoba berbagai keindahan tentang beberapa sabana  yang ada di atas gunung

1. Gunung Gede



Alun alun Suryakencana adalah salah satu sabana terbaik di pulau jawa. Untuk mencapai tempat ini para pendaki bisa melewati jalur pendakian Cibodas ataupun gunung Putri.

Di tempat ini juga terdapat aliran sungai sehingga menjadikan sabana ini sangat cocok untuk bermalam. Hamparan Edelweis juga akan memanjakan mata para pendaki yang berkunjung ke tempat ini. Dari sabana ini butuh waktu sekitar 45-60 menit untuk menuju ke puncak Gede


2. Gunung Arjuna


Jika mendaki gunung arjuna dari jalur Lawang maka para pendaki akan melewati sebuah sabana yang cukup indah. Di pos 2 jalur pendakian Lawang ada pertigaan yang keduanya sama sama menuju ke pos 3.

Jika para pendaki memilih jalan ke kanan maka pendaki akan lebih cepat sampai di pos 3 dengan jalan yang lebih menanjak dan membentang di atas punggungan bukit. Jika pendaki memilih jalan ke kiri maka pendaki akan melewati jalanan yang lebih landai di tengah padang sabana.




3. Gunung Sumbing


Untuk mendaki gunung sumbing terdapat banyak jalur yang bisa di lalui. Jalur yang paling populer untuk mendaki gunung ini adalah jalur Garung. Namun jika anda ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda anda bisa mencoba jalur pendakian Cepit. Jalur ini terletak di desa cepit yang mana adalah jalur utara untuk menuju puncak Sumbing dan masih termasuk kawasan Temanggung. Setelah melewati pos 3  mata anda akan dimanjakan dengan hamparan sabana yang luar biasa indahnya. Jalur ini bisa di pastikan lebih indah dari pada jalur garung


4. Gunung Semeru


Semeru adalah gunung paling indah di pulau jawa sehingga wajar saja jika semeru menyumbangkan salah satu tempat terindahnya untuk tulisan ini. Sabana oro oro ombo tentunya sudah sangat tenar di telinga para pendaki.

5. Gunung Merbabu


Untuk menuju puncak merbabu anda bisa melewati jalur Chuntel, Wekas, Thekalan, Selo dll. Jalur terpanjang menuju puncak Merbabu adalah jalur thekelan. Sedangkan jalur terindah menuju puncak Merbabu adalah jalur Selo.

Gunung Merbabu jalur Selo akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pendaki yang melewatinya. Gunung merapi di seberang langit akan turut memberikan pemandangan bagi anda yang suka dengan keindahan. Dan menurut saya ini adalah sabana terbaik di pulau jawa


Sekian tulisan kali ini semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Semoga hijaunya sabana bisa menginspirasi kita untuk lebih menghijaukan bumi.

SALAM LESTARI

Jumat, 15 Juni 2012

Reuni MAPALA Se-Jateng & DIY

Reuni MAPALA se Jateng dan DIY ini diadakan oleh gabungan 3 OPA setempat. Acara ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Si Petung yang terletak di lereng gunung Sumbing. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta dari segala penjuru Jateng & DIY termasuk SHERPA Geodesi UNDIP

Pada malam harinya di adakan acara ramah tamah untuk lebih mempererat solidaritas antar MAPALA. Pada keesokan harinya dilakukan Upacara Apel pagi dengan bapak Camat setempat sebagai pembinanya. Setelah itu juga ada pelatihan ilmu P3K dan Navigasi Darat bagi para peserta. Tidak lupa juga diadakan acara penanaman pohon untuk membantu mengatasi Pemanasan Global






Dialog anak anak SHERPA dg bapak Camat 






Senin, 09 April 2012

Tempat Paling Rawan Nyasar Di Gunung


A. Perkebunan

                   Perkebunan menjadi kawasan yang sering menyesatkan para pendaki. Karena biasanya pada daerah perkebunan terdapat banyak percabangan jalur. Percabangan jalur tersebut terbentuk karena aktifitas penduduk yang sedang berkebun atau mencari kayu bakar di perbukitan. 

                   Jika anda kurang paham tentang jalur yang anda lalui sebaiknya berangkat di pagi hari. Karena waktu pagi hari akan banyak orang yang bekerja di ladang sehingga anda dapat bertanya jalur pada mereka.

Contoh : Gunung Sumbing jalur Garung,Gunung Arjuna jalur Lawang, Gunung Cikuray jalur Dayeuhmanggung

Gunung Cikuray jalur Dayeuhmanggung

B. Sabana

                   Sabana juga menjadi kawasan yang sering menyesatkan para pendaki. Bayangkan jika anda berjalan menyusuri rimba kemudian anda sampai pada sebuah sabana yang luas. Jika tidak berhati hati anda akan kesulitan untuk mencari sambungan jalur untuk masuk rimba. Di sabana biasanya terdapat banyak jejak sehingga membuat jalur sulit di tebak. Jejak tersebut tercipta karena biasanya pendaki suka mendirikan tenda di sabana. Mereka mengisi waktu luang untuk berfoto atau jalan jalan sehingga meninggalkan banyak jejak yang membingungkan.

Puncak Gundul, Gunung Papandayan

                   Untuk mengatasi hal ini sebaiknya pendaki extra hati hati ketika memasuki kawasan ini. Tetap mencari petunjuk semacam patahan ranting ataupun tali. Jika kurang yakin dengan jalan yang di lalui,dalam keadaan darurat pendaki bisa mengelilingi tepi sabana untuk mencari alternatif jalur lain. Jika di temukan banyak jalur maka di butuhkan kemampuan anda dalam pembacaan jalur. Jika anda masih kesulitan untuk menemukan jalur yang meyakinkan,anda dapat mencoba semua jalur untuk di bandingkan kelayakanya.

 Contoh : Oro oro Ombo (Gunung Semeru)

 

Oro oro ombo,gunung Semeru

C. Plawangan

                   Plawangan berasal dari bahasa jawa yang berarti lawang atau dalam bahasa indonesia berarti pintu. Yang di maksud pintu di sini adalah keluarnya kita dari jalur pendakian yang berupa hutan lalu berganti dengan medan berupa bebatuan,pasir dan kerikil. Dalam bahasa ilmiahnya di sebut batas vegetasi. Batas hutan terakhir hingga puncak tertinggi di sering di sebut Plawangan


Merapi, jalur Babadan

                   Plawangan biasanya tertelak pada gunung gunung yang masih aktif dan sering meletus sehingga Plawangan mempunyai medan batuan,kerikil dan pasir. Pohon tak bisa tumbuh di daerah ini karena selain plawangan tertetak di daerah yang terlalu tinggi untuk di tumbuhi pohon,pohon yang bisa bertahan akan mati terkena letusan gunung. Jadi bisa di gambarkan plawangan seperti dataran miring yang terdiri dari batuan,kerikil dan pasir. Kawasan ini biasanya sering di terjang kabut dan badai.


 Merapi, jalur Selo


                   Keadaan tersebut membuat jalur pendakian sulit di tebak karena batuan takkan meninggalkan jejak jika terinjak,sehingga jalur pendakian akan terlihat samar samar. Selain itu keadaan di manapun anda berdiri di daerah plawangan akan terlihat sama sehingga akan menyulitkan kita untuk kembali ke jalur yang benar jika tersesat.

                   Satu lagi hal yang sangat penting adalah banyak pendaki yang hilang di kawasan ini ketika perjalanan turun. Hal ini di akibatkan karena mereka kesulitan untuk menemukan pintu masuk jalur ke dalam hutan sehingga memaksa mereka untuk sembarangan masuk ke hutan. Pendaki yang tersesat di kawasan ini akan sangat sulit di temukan.

 Semeru

                   Cara untuk mengatasinya adalah tinggalkan jas hujan ponco atau sejenisnya dengan warna mencolok seperti orange atau kuning di depan jalur ketika memasuki kawasan plawangan. Perkirakan letaknya agar terlihat dari puncak ketika kabut. Jangan memasang ponco dengan warna putih karena akan sangat sulit di lihat ketika kabut. Hal ini di maksudkan ketika pendaki turun dari puncak mereka akan mudah menemukan pitu masuk hutan. Ponco ini akan terlihat karena di plawangan tidak ada 1 pohon pun. Ini salah satu kisah petualangan nyasar di Plawangan gunung Merapi, Klik sini



Slamet,jalur bambangan


                   Ketika pendaki masih ragu dengan tanda yang sudah di pasang,pendaki dapat meninggalkan petunjuk lainya dengan tissue atau kertas. Hal ini di lakukan karena tidak ada ranting yang bisa di patahkan dan juga tidak ada pohon yang bisa di ikat di daerah ini. Tissue atau kertas di tindih dengan batu dan di letakkan dengan interval tertentu. Cara ini akan mempermudah anda untuk tetap berjalan di lajur ketika turun dan mempermudah anda kembali ke jalur ketika tersesat. Ini salah satu kisah penyelamatan korban nyasar di Plawangan gunung Slamet, Klik sini

Contoh : Gunung Merapi,Gunung Semeru,Gunung Slamet

D. Area Perbukitan

                   Puncak gunung yang berada di sebuah pegunungan biasanya mempunyai jalur yang naik turun dan berliku liku. Hal ini akan membuat pendaki berfikir negatif terhadap jalur yang di lalui. “Ketika naik jalan menurun,ketika turun jalan menanjak” pemikiran tersebut lah yang biasanya menaungi benak mereka. Keraguan itulah yang biasanya membuat mereka tersesat.

                   Ketika pendaki melewati jalur seperti ini tetap waspada dan gunakan insting pembacaan jalur anda. Tetap mencari petunjuk seperti sampah,patahan ranting atau tali karena jalan yang menanjak belum tentu benar. Jangan lupa tinggalkan petunjuk bagi diri anda sendiri agar mudah kembali ketika tersesat. Ini salah satu kisah korban nyasar di  gunung argopura, Klik sini

Contoh : Gunung Argopura jalur Bremi,Gunung semeru jalur ranupane 



Di Tulis Oleh : Adriyano Louizzao

Keunikan Gunung Gunung Tanah Jawa

Pulau jawa memiliki banyak gunung yang bisa dijadikan tujuan pendakian. Pemandangan yang tersaji pun sangat menawan dan  variatif. Mulai dari gunung yang menyajikan rimba belantara, padang sabana sampai dataran tandus. Maka dari itu tidak heran banyak banyak orang dari luar pulau jawa bersedia mampir ke tanah jawa untuk mendaki gunung gunung ini. 

Pada tulisan ini saya akan mencoba meng-expose tentang semua gunung di pulau jawa agar dunia tau jawa adalah tanah yang tepat bagi para petualang. Pada dunia pendakian gunung para pendaki biasanya hanya mendaki gunung dengan ketinggian 3000 mdpl karena di anggap lebih bisa memberikan tantangan. Tapi sebenarnya tantangan sebuah gunung tidak bisa dilihat hanya dari ketinggianya saja. Terlepas dari perdebatan tersebut di sini hanya akan di bahas gunung yang memiliki ketinggian sekitar 3000 mdpl.

Untuk menyimpulkan gunung yang paling tinggi di pulau jawa mungkin kita bisa dengan mudah menebaknya. Tapi gunung manakah yang paling indah, paling angker, paling extreme atau paling unik ? Kita akan langsung membahasnya

1. Gunung Gede Pangrango (Jabar)

Gunung Gede Pangrango adalah sebuah pegunungan yang mempunyai 2 puncak tertinggi, yaitu puncak gunung Gede (2958 mdpl) dan puncak gunung Pangrango (3019 mdpl). Gunung ini adalah gunung dengan pengunjung terbanyak di Indonesia oleh karena itu perijinan mendaki gunung ini sangat ketat.

Gunung ini terletak di selatan bogor atau di utara sukabumi. Lokasi gunung ini dekat dengan 2 kota besar di Indonesia yaitu Bandung dan Jakarta sehingga wajar saja jika banyak pengunjung di gunung ini karena memang kedua kota tersebut sangat padat penduduk



Di puncak gunung gede terdapat kawah yang cukup cantik dan sebuah sabana bernama Alun alun Surya Kencana. Banyak pendaki yang mendirikan tenda di Surya Kencana karena pemandanganya yang indah serta terdapat sumber air di sana. Dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di butuhkan waktu sekitar 6 jam untuk sampai puncak Gede


Sedangkan di puncak gunung Pangrango terdapat sebuah tanah lapang yang sering di sebut alun alun mandalawangi. Di sini terdapat edelweis yang cukup banyak dan menjadikan tempat ini sebagai salah satu pemilik edelweis terindah. Edelweis di sini adalah yang paling putih di antara gunung gunung lainya. Dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di butuhkan waktu sekitar 8 jam untuk sampai puncak Pangrango


2. Gunung Ciremay (Jabar)

Gunung ini terletak di selatan kota Cirebon dan mempunyai ketinggian 3078 mdpl. Seperti kita ketahui kota cirebon terletak di kawasan pantai utara jawa yang berarti elevasinya tidak terlalu tinggi. 

Salah satu jalur pendakian gunung ini yaitu jalur linggarjati menjadi salah satu jalur yang paling ditakuti para pendaki. Pendaki harus start dari ketinggian 500 - 600 mdpl untuk sampai di puncak Ciremay. Wajarnya gunung gunung di pulau jawa mempunyai basecamp pada ketinggian sekitar 1000 - 1500 mdpl sehingga mendaki gunung Ciremay akan terasa sangat berat. 

Jalur ini sering di cap sebagai jalur yang paling terjal di pulau jawa. Tanjakan seruni adalah salah satu tanjakan yang paling terjal sepanjang jalur pendakian linggarjati. Tak jarang pendaki harus berpegangan pada akar akar pohon untuk terus bergerak maju. Hampir tidak ada jalan datar yang bisa kita lewati sepanjang perjalanan ke puncak


Di puncak Ciremay terdapat sebuah kawah yang cukup besar. Dari puncak kita bisa melihat laut utara kota Cirebon yang tampak membiru. Suatu kebanggaan tersendiri jika anda dapat melewati salah satu jalur paling terjal di pulau jawa. Butuh waktu sekitar 8 - 14 jam untuk sampai ke puncak Ciremay dengan melewati medan yang sangat terjal, Anda tertantang ?

3. Gunung Slamet (Jateng)

Gunung ini terletak di Selatan kota Tegal atau utara kota purwakarta dan mempunyai ketinggian 3428 mdpl. Gunung ini merupakan gunung tertinggi ke-2 di pulau jawa setelah gunung semeru. Gunung ini terkenal dengan hutannya yang masih sangat rimbun. Bahkan terkadang sinar mentari tidak mampu menembus pepohonan sehingga tanahnya menjadi lembab.

Gunung Slamet adalah gunung berapi dan di puncaknya terdapat kawah yang sangat luas bernama Segara Wedi (Bahasa Jawa : Lautan Pasir). Pada ketinggian 3000 Mdpl yang ada hanya pasir, kerikil dan batuan sehingga menjadikan perjalanan ke puncak sangat berat. Pada keadaan ini pendaki tidak akan menemukan 1 pun pohon untuk berteduh. Selain itu cuaca di gunung ini juga sangat labil. Daerah seperti ini sering di sebut PLAWANGAN (Bahasa jawa : Pintu) 


Gunung ini mempunyai medan pendakian yang cukup berat. Untuk menuju puncak dapat melewati beberapa jalur diantaranya Jalur Bambangan (9 jam ke puncak), Guci (10 jam ke puncak), Dukuhliwung (12 jam ke puncak) dan Baturaden (2 Hari ke puncak). Puncak tertinggi gunung Slamet disebut dengan puncak SURONO (Nama pendaki yang mati di Puncak)

Gunung ini juga terkenal sangat angker. Banyak cerita mitos seputar gunung ini. Dari mulai kerajaan ghaib, Pesugihan, Mahkluk aneh dll. Sebaiknya jaga etika jika melakukan pendakian di gunung Slamet

 4. Gunung Sindoro (Jateng)

Gunung ini terletak di wilayah temanggung dan wonosobo dengan ketinggian 3150 mdpl. Untuk mendaki Gn. Sundoro bisa ditempuh melalui dua rute yakni lewat Kledung (7-8 jam) dan Sigedang (6-7 jam). Di puncak sindoro terdapat sebuah kawah yang belakangan ini sangat aktif. Kepulan asap belerang keluar dari kawah ini. Pada keadaan biasa kawah ini menjadi peanampungan air waktu musim hujan sehingga kita bisa berenang di puncak sindoro


Gunung ini terletak di tengah tengah pulau jawa. Dari puncak gunung kita bisa melihat Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu di sebelah Timur. Gunung Sumbing nampak sangat dekat berada di sebelah selatan serta Gunung Slamet dan Gunung Ciremei di sebelah barat

5. Gunung Sumbing (Jateng)

Gunung ini terletak di wilayah temanggung dan wonosobo dengan ketinggian 3371 mdpl. Gunung ini berhadapan langsung dengan Gn.Sundoro yang dikenal sebagai gunung kembar. Gunung ini sangat gundul karena hutan telah berubah menjadi perkebunan penduduk. Penebangan liar di kawasan ini pun sangat memperihatinkan. Banyak jalur yang bisa digunakan untuk sampai di puncak diantaranya Garung, Cepit, Jambu dll

Jika anda melakukan pendakian pada siang hari maka tanpa ampun mentari akan menyengat anda. Bahkan jika anda lewat jalur garung, tanah yang anda lewati adalah tanah merah berpasir yang berterbangan jika tertiup angin atau jika di injak. Tak jarang tanah yang berterbangan tampak seperti badai pasir. Anda seperti sedang berada di sebuah gurun yang sangat panas. Tidak adanya sumber mata air alami sepanjang perjalanan ke puncak menjadikan gunung ini benar benar panas


Gunung ini memiliki medan pendakian yang sangat terjal, di tambah dengan kondisi medanya yang panas menjadikan puncak gunung sumbing sangat sulit untuk digapai. Perlu waktu sekitar 8 jam dari garung atau 9 jam dari Cepit


Di puncak terdapat kawah yang sangat besar dan sangat indah. Di sela sela kawah terdapat bunga bunga dan rerumputan yang terlihat sangat cantik. Kawah ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu kawah mati dan kawah aktif. Puncak tertinggi sumbing disebut dengan puncak RAJAWALI

6. Gunung Merbabu (Jateng)

Gunung ini terletak di wilayah Magelang dan Boyolali dengan ketinggian 3242 mdpl. Puncak Gn.Merbabu dapat ditempuh dari 4 jalur yaitu Cunthel, Thekelan (8 jam),  Wekas (6 jam)  atau dari Selo (6 jam). Pemandangan gunung merbabu merupakan selah satu yang terindah di tanah jawa sehingga banyak orang yang mengunjunginya


Gunung ini di kenal memiliki 7 buah puncak dengan 2 puncak tertinggi yaitu puncak Syarif (3119 mdpl) dan Puncak Trianggulasi (3142 mdpl). 5 puncak lainya adalah Watugubuk, Watutulis, Gegersapi, Ondorante dan Kentengsongo. Gunung ini juga memiliki 5 buah kawah yaitu  kawah Condrodimuko, kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan kawah Sambernyowo. 

7. Gunung Lawu ( Jateng)

Gunung ini terletak di perbatasan propinsi jateng dan jatim dengan ketinggian 3265 mdpl. Gunung Lawu dapat didaki lewat Cemoro Kandang (Jawa Tengah) atau Cemoro Sewu (Jawa Timur), jarak kedua tempat ini tidaklah begitu jauh sekitar 500 Meter. Untuk sampai di puncak butuh waktu sekitar 6-7 jam dari cemoro sewu dan 7-8 jam dari cemoro kandang. 

Gunung ini adalah gunung paling dingin di tanah jawa. Pada pagi hari suhunya bisa mencapai sekitar -10 derajat celcius. Keunikan lainya gunung ini adalah adanya edelweis berwarna ungu di kawasan puncaknya


Banyak sekali tempat-tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat sehingga tidak hanya anak muda, tetapi banyak orang tua yang mendaki gunung Lawu untuk berjiarah. Argodalem adalah keraton makam keramat prabu brawijaya. Di sekitar keraton terdapat rumah yang terbuat dari botol sehingga para pendaki sering menyebutnya rumah botol. Jika anda mencari gunung paling keramat di pulau jawa maka Lawu adalah jawabanya

Di kawasan tersebut terdapat satu satunya warung di tanah jawa yang berada di kawasan puncak gunung . Pemilik warung tersebut sudah sangat tenar di kalangan para pendaki. Pemilik warung tersebut adalah seorang nenek yang sering di panggil mbok yem. Para pendaki dapat menginap di warung tersebut . Warung tersebut mampu menampung sekitar 70 – 100 orang.

8. Gunung Arjuna - Welirang (Jatim)

Gunung ini terletak di wilayah Batu Malang yang merupakan suatu pegunungan dengan banyak puncak. 2 Puncak tertinggi yaitu Puncak Arjuna dengan ketinggian 3339 dan puncak Welirang dengan ketinggian 3156 mdp. Gn. Arjuna-Welirang dapat didaki dan berbagai jalur diantaranya jalur Lawang (10 jam ke puncak Arjuna), Jalur Tretes (12 jam ke puncak arjuna & 10 jam ke puncak Welirang) dan Jalur Selecta ( 10 jam ke puncak Arjuna)

Ada perbedaan antara gunung gunung di jawa timur dengan gunung di jawa tengah dan jawa barat. Gunung Jatim biasanya mempunyai jalur yang lebih panjang dari pada gunung2 di jateng dan jabar. Hal ini dikarenakan jateng dan jabar sangat padat penduduknya sehingga banyak desa di pegunungan yang mana kita bisa menjangkaunya dengan alat transportasi. Oleh karena itu kita bisa memulai pendakian dari desa yang sudah terletak di ketinggian tersebut. Hal inilah yang tidak terdapat di jatim sehingga memaksa kita berjalan lebih jauh. 


Gunung welirang adalah salah satu gunung penghasil belerang. Penduduk lokal biasanya mengambil belerang di puncak gunung welirang untuk di jual. Mereka harus membawa belerang yang sangat banyak dengan menggunakan gerobak dan ada pula yang di gendong. Kisah mereka yg tragis menjadi kisah pilu di negara kaya ini.


Sedangkan gunung arjuna mempunyai sebuah tempat yang sangat misterius yaitu Hutan Lalijiwo (Bahasa Jawa : Lupa Jiwa). Konon katanya dahulu kala banyak orang yang lupa jiwa atau gila setelah melewati hutan ini. Menurut informasi dari warga sekitar banyak pendaki yang mendengar suara suara misterius ketika melewati hutan ini

9. Gunung Semeru (Jatim)

Gunung ini terletak diantara Malang, Lumajang dan Probolinggo dengan ketinggian 3676 mdpl. Gunung ini adalah gunung paling tinggi di pulau jawa sekaligus gunung paling indah. Untuk menuju puncak dapat menggunakan jalur waturejeg yang memakan waktu sekitar 12 jam perjalanan. 


Gunung ini mempunyai medan yang variatif mulai dari Perjalanan melewati Danau, Sabana, Perbukitan, Rimba sampai Plawangan sehingga menyajikan pemandangan yang luar biasa. Meskipun Semeru adalah gunung paling tinggi di pulau jawa namun jalur pendakianya terbilang cukup mudah. Mendaki Gunung Slamet, Ciremay atau Argopura bisa jadi lebih menantang daripada mendaki gunung Semeru 


10. Gunung Argopura (Jatim)

Gunung ini terletak di selatan Probolinggo dengan ketinggian 3088 mdpl. Untuk menuju ke puncak pendaki dapat menggunakan 2 jalur, yaitu jalur Bremi dan Baderan. Untuk menuju ke puncaknya pendaki harus menempuh perjalanan sekitar 15 jam jika menggunakan jalur Bremi. Jika menggunakan jalur baderan akan memakan waktu lebih lama karena harus berjalan sekitar 32 KM ke puncak. Jalur menuju puncak Argopura adalah jalur terpanjang di pulau jawa

Rimba di gunung ini sangat lebat sehingga menjadikan gunung ini lebih menantang. Di gunung ini juga terdapat sebuah danau yang cukup terkenal di kalangan pendaki yaitu Danau taman hidup. 


Gunung Argopuro juga terkenal sangat angker, gunung ini menyimpan misteri legenda Dewi Rengganis. Mitos yang beredar adalah tidak boleh berteriak teriak di kawasan Danau Taman Hidup karena akan mengundang kemarahan Dewi Rengganis sehingga turunlah kabut atau hujan. Dan 1 lagi yang perlu di ingat adalah "jangan melakukan perjalanan di Argopura pada malam hari" karena banyak pendaki hilang ataupun nyasar. Jika anda mencari gunung yang paling Extreme di pulau jawa maka argopura lah tempatnya

11. Gunung Raung (Jatim)

Gunung ini terletak di Banyuwangi yang merupakan gunung paling timur di pulau jawa. Gunung ini memiliki ketinggian 3332 mdpl dengan waktu tempuh sekitar 10 - 11 jam. Gunung ini memiliki kawah yang luar biasa indahnya. Kawah ini mengeluarkan letupan dengan interval tertentu


Sesuatu yang cukup unik dari gunung ini adalah nama nama pos pendakian yang cukup menyeramkan. Pondok sumur, pondok Dhemit ( Dhemit : Setan), Pondok Mayit ( Mayit : Jenazah) dan pondok angin adalah beberapa nama pos pendakian gunung raung


Sekarang anda dapat menyimpulkan sendiri mana gunung yang paling indah, paling ramai, paling angker ataupun paling berat di pulau jawa. Sesungguhnya pulau ini memiliki banyak gunung dengan karakter unik yang menarik untuk dikunjungi. 

Tantangan dari sebuah gunung tidak hanya ditentukan oleh tingginya karena sebenarnya banyak faktor faktor lain yang mempengaruhi hal itu. Coba jelajahi semua gunung di tanah jawa bersama dengan rintangan dan karakteristiknya maka anda akan mengerti tentang bagaimana gunung itu sesungguhnya

Salam Rimba


Di Tulis Oleh : Adriyano Louizzao

Kegiatan Tahun 2009 - 2011


XPDC DATUM GENUK










Merayakan Keberhasilan XPDC Datum Genuk



 
Pengenalan Alam (Lawu XPDC)



















Penanaman Pohon Mahoni










Peduli Merapi




Reuni Akbar Se-Jateng DIY












XPDC Gunung Ungaran





XPDC Gunung Merbabu












Camping Pos Mawar (Lereng Gunung Ungaran)